MEDIA BARU DAN KELOMPOK ORGANISASI
KECIL
Pembahasan
kali ini kita akan mengetahui bagaimana teknologi mendukung fungsi yang terdiri
dari kelompok-kelompok di tempat kerja mereka. Secara tradisional kelompok
kecil telah didefinisikan oleh peneliti sebagai sesuatu yang kolektif mulai
dari minimal 2 orang sampai, maksimum 15 anggota. Anggota kelompok tidak perlu
lagi secara resmi untuk hadir (di waktu
atau tempat) untuk berkolaborasi, berbagi informasi atau bersosialisasi.
Sebaliknya teknologi baru memfasilitasi penciptaan, pemeliharaan dan pembubaran
kelompok antara individu-individu yang menggunakan teknologi yang berbeda
(seperti telepon, ponsel, laptop) untuk berinteraksi lebih dari satu atau
menggunakan berbagai saluran yang berupa (audio video, graphics teks) yang
ditawarkan oleh beberapa forum (kelompok berita di internet, online chat sesi
via Instant Messenger, dan intranet perusahaan). Ketika kita menyaksikan munculnya media baru tidak
hanya sebagai saluran tetapi juga sebagai agen dalam kelompok mengemudi atau
mengatur proses keputusan kelompok dengan dinamis penataan interaksi kelompok
(Kontraktor, 2002; DeSannis dan Gallupe, 1987).
Sebelum
pengembangan World Wide Web dan Internet, penelitian pada kelompok dengan
dukungan teknologi didorong oleh tiga
tujuan dasar: untuk memeriksa
bagaimana media baru bisa mengizinkan kelompok untuk mengatasi kendala ruang
dan waktu, untuk mengevaluasi dampak
teknologi pada jangkauan dan kecepatan anggota mengakses informasi, dan untuk mengevaluasi dampak dari teknologi
dalam kinerja tugas kelompok (McGrath dan Hollmgshead1994). Banyak teori
dan penelitian ditujukan mengenai kapan dan bagaimana struktur, interaksi dan
kinerja dari penggunaan teknologi yang memungkinkan persamaan suatu kelompok
dan perbedaan saat bertatap muka langsung pada kelompok tersebut. Penelitian
ini fokus mengkaji cara di mana media baru berfungsi sebagai pengganti dan
mempermudah komunikasi antara anggota kelompok.
Perkembangan
ini telah memicu pergeseran dalam konseptualisasi kelompok dari gagasan
tradisional 'waktu yang sama, tempat yang sama' menjadi 'setiap saat, di mana
saja dan, sebagian orang akan berpendapat apocryphally.
Hal ini juga berlaku untuk beberapa tim kerja didistribusikan secara geografis
yang berkolaborasi menggunakan teeknologi komunikasi seperti video dan
konferensi komputer.
Pembahasan
ini mengkaji peran media baru di tingkat analisis suatu kelompok. Selain itu berfokus pada media baru dan
kelompok-kelompok di tempat kerja. Penekanannya
adalah pada bagaimana teknologi membentuk dan dibentuk oleh perilaku kelompok,
bukan pada isu-isu yang berkaitan dengan desain sistem hardware dan software
untuk penggabungan kelompok. Teori dan penelitian ini juga mencerminkan
definisi kami (kelompok) berkembang dengan 'media baru'-dimulai dengan awal
percobaan dalam telekonferensi (audio dan video) pada tahun 1970, dan
melanjutkan kepemilikan computermediated pada sistem komunikasi pada tahun
1980, munculnya Internet dan Web sebagai jaringan komunikasi 'dibuka' pada
tahun 1990-an, dan komunikasi menggunakan telepon genggam mulai muncul di
mana-mana, dan hal tersebut membawa kami ke dalam abad kedua puluh satu.
Media Baru dan Pengorganisasiannya
Kelompok Kecil
Tabel:
Tipologi dukungan sistem komunikasi kelompok
modalitas yang tersedia
|
Sinkronis
|
Asynchronous
|
Visual
|
Konfrensi Video
|
Pertukaran Dvd
|
Audio
|
Telepon Konfrensi
|
Pesan Suara
|
Teks, Graphik
|
Konfrensi Komputer, Pesan Singkat, Tempat Chatting
|
Fax, e-mail, pesan teks, newsgroup, kelompok diskusi.
homepage, website, blog, wiki
|
GISS : Informasi Tambahan Tersedia
di Kelompok
Anggota
kelompok memiliki banyak akses tempat menyimpan informasi atau pengetahuan
selain dari anggota kelompok lain, tempat akses informasi ini termasuk
database, arsip dan intranet. Intranet seperti yang kita ketahui adalah website
yang mendukung berbagai macam informasi dan pengetahuan didalamnya dan untuk
berbagi sesama karyawan, tergantung dari konfigurasinya. Intranet mendukung
aktifitas individu seperti:
1.
Memperbarui catatan personal atau mengubah pilihan kebutuhan
2.
Diseminasi, seperti berita atau kebijakan manual perusahaan
3.
Penunjuk pengetahuan dan pengetahuan holders seperti ahli direktori, mesin
pencari dan hyperlink
4.
Individual dan data kelompok, informasi dan pengetahuan untuk dibagi ke sesama
anggota seperti dokumen pertukaran yang digunakan bersama-sama, repositori
pengetahuan seperti website proyek
5.
Interaksi kelompok seperti diskusi kelompok, forum, pertemuan net atau berbagi
kreasi dan mengedit dokumen.
GXSS : Mendukung Komunikasi
Eksternal
Fungsi GXSS adalah
kasus khusus dari kedua fungsi GCSS dan fungsi GISS adalah komunikasi antara
anggota kelompok agen kunci eksternal 'manusia' dapat dilakukan dengan salah
satu sistem GCSS dijelaskan sebelumnya. Pada saat yang sama, seseorang dapat
mempertimbangkan interaksi dengan agen non-manusia seperti webbot eksternal
untuk kelompok sebagai mengakses lagi jenis lain dari informasi database,
sehingga membuatnya menjadi kasus khusus dari GISS.
Organisasi semakin
mampu melakukan interkoneksi mulus pada intranet mereka dengan orang-orang dari
klien, mitra, pemasok atau subkontraktor, via extranet berbasis Web. Dengan
demikian, extranet berfungsi sebagai infrastruktur terpadu untuk GXSS yang
mencapai luar batas organisasi tradisional atau analog digital, firewall
perusahaan.
Perangkat lunak GPSS: Memodifikasi
kinerja tugas Grup
Kebanyakan
kelompok menggunakan sistem ini untuk menambah tatap muka-mereka
dalam mengambil keputusan. Sistem ini bervariasi untuk jenis dukungan tugas yang diberikan kepada kelompok. Misalnya, perangkat lunak GPSS mungkin termasuk alat atau modul untuk brainstorming elektronik; untuk penataan berbagai bentuk evaluasi dan suara (rating, peringkat, berat, pilih salah satu, memilih apapun, dll); untuk mengidentifikasi stakeholders dan membawa asumsi mereka ke permukaan; atau untuk bertukar komentar anonim atau diidentifikasi pada salah satu atau semua. Baru-baru ini, perangkat lunak GPSS telah dirancang untuk mencakup lebih dari sekedar proses pengambilan keputusan. Upaya saat ini di bidang manajemen alur kerja, perencanaan sumber daya perusahaan dan kerja koperasi didukung komputer, menggarisbawahi upaya untuk meningkatkan kinerja kelompok lebih dari sekedar pengambilan keputusan .
dalam mengambil keputusan. Sistem ini bervariasi untuk jenis dukungan tugas yang diberikan kepada kelompok. Misalnya, perangkat lunak GPSS mungkin termasuk alat atau modul untuk brainstorming elektronik; untuk penataan berbagai bentuk evaluasi dan suara (rating, peringkat, berat, pilih salah satu, memilih apapun, dll); untuk mengidentifikasi stakeholders dan membawa asumsi mereka ke permukaan; atau untuk bertukar komentar anonim atau diidentifikasi pada salah satu atau semua. Baru-baru ini, perangkat lunak GPSS telah dirancang untuk mencakup lebih dari sekedar proses pengambilan keputusan. Upaya saat ini di bidang manajemen alur kerja, perencanaan sumber daya perusahaan dan kerja koperasi didukung komputer, menggarisbawahi upaya untuk meningkatkan kinerja kelompok lebih dari sekedar pengambilan keputusan .
GPSS,
GXSS, GISS. Ketiga hal tersebut berfungsi dalam kinerja kelompok dalam hal ;
membantu kelompok untuk berinteraksi, bekerja secara efektif, berinteraksi
dengan dunia luar atau kelompok lain, dan mendukung semua pekerjaan kelompok.
Teori perspektif
Teori
perpektif ini menjelaskan tentang pentingnya teknologi dan manfaat teknologi
bagi suatu kelompok atau sebuah organisasi. Bagaimana kelompok atau organisasi
tersebut dapat memanfaatkan suatu teknologi itu untuk berinteraksi dengan suatu
anggota kelompok sebagai sebuah perubahan yang dihasilkan dari penggunaan
teknologi tersebut. Teknologi hanya salah satu dari banyak faktor yang dapat
mempengaruhi proses dan hasil sebuah grup. Dengan adanya sebuah teknologi maka
akan ada efek dari media yang ditimbulkan dari sebuah teknologi itu.
Adaptive Structuration Theory
Adaptive
Structuration Theory (AST) menekankan bagaimana pentingnya interaksi sebagai
sekumpulan proses, baik dalam menentukan hasil dalam suatu kelompok dan dalam
menengahi efek yang ditimbulkan oleh teknologi tertentu. Sebaiknya, sebuah
kelompok aktif menyesuaikan teknologi seperti menggunakan jaringan sendiri
serta dengan sistem interaksi kelompok sendiri. Dengan demikian, teknologi
dapat dianggap sebagai sekumpulan praktek-praktek sosial yang muncul dan
berkembang dari waktu ke waktu. Dari sudut pandangan ini, struktur grup
bukanlah seperangkat yang permanen, namun hubungan antara anggota dan
tugas-tugas mereka. Sebaliknya, struktur adalah seperangkat aturan dan sumber
daya yang tersedia .Dengan demikian, ada proses rekursif antara struktur (atau
aturan dan sumber daya dalam kelompok) dan sistem (pola interaksi dalam
kelompok). INTINYA bahwa teori ini
menggambarkan bagaimana teknologi dipakai dalam sebuah kelompok, teknologi yang
akan membentuk relasi kita dalam suatu kelompok, sehingga kelompok harus
memiliki karakter yang berbeda setelah menggunakan teknologi.
Yang membedakan
kelompok tradisional dengan kelompok yang dibentuk karena Teknologi yaitu ciri
khasnya ; dari persoalan tepat atau wilayah pebentukan kelompok, dari segi
waktu atau intensitas pertemuan diantara kelompok, dan persoalan besar kecilnya
kelompok yang terbentuk, karena biasanya kelompok yang terbentuk dari buatan
teknologi memiliki kapasitas anggota yang cukup besar. Persoalan lain dari
adanya teknologi baru atau internet dalam kelompok adalah adanya keterbatasan
ruang gerak dan waktu dan karakteristik kelompok.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar