Jumat, 21 Maret 2014

TUGAS ESSAI TEKNOLOGI KOMUNIKASI 2



New Media dan Virtual Community


Sebelum kita mengetahui lebih jauh tentang New Media dan Virtual Community kita terlebih dahulu harus mengetahui definisi keduanya, dari New media terdiri dari dua katayaitu New dan Media. New yang berarti Baru dan Media berarti  Perantara. Jadi New Media merupakan Sarana Perantara yang baru. Baru dalam arti disini dilihat dari segi waktu, manfaat, produksi, dan distribusinya. New Media juga dapat disebut sebuah istilah yang dimaksudkan untuk mencakup kemunculan digital, komputer, atau jaringan teknologi informasi dan komunikasi di akhir abad ke-20. Sebagian besar teknologi yang digambarkan sebagai “media baru” adalah digital, seringkali memiliki karakteristik dapat dimanipulasi, bersifat jaringan, padat, mampat, interaktif dan tidak memihak. Beberapa contoh New Media adalah Internet, website, komputer multimedia, permainan komputer, CD-ROMS, dan DVD. 

karakteristik garis besar media baru dari McQuail (1994: 20-6) yang menyajikan sebuah rancangan yang berguna dari istilah itu. media baru, dia menganjurkan melibatkan secara umum desentralisasi dari saluran untuk mendistribusikan pesan, sebuah peningkatan kapasitas yang ada untuk mentransfer dari pesan ke satelit, kabel, dan jaringan komputer. Sebuah peningkatan pada pilihan yang ada untuk audiens agar dapat terlibat dalam proses komunikasi, sering memerlukan interaktif dari komunikasi; dan merupakan sebuah peningkatan pada tingkat kefleksibelan dari bentuk dan isi digitisasi sebuah pesan.

            Dari definisi McQuail ciri media saat ini lebih tertuju pada interaktif atau coment respon masyarakat mengenai berita atau pesan tersebut daripada isi berita yang disajikan. Di era digitalisasi saat ini berita bisa di transfer dari konten yang satu ke konten lainnya dengan cepat.

Kemajuan ilmu pengetahuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas manusia. Khusus dalam bidang teknologi masyarakat sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini. Namun demikian, walaupun pada awalnya diciptakan untuk menghasilkan manfaat positif, di sisi lain juga memungkinkan digunakan untuk hal negatif. Dengan adanya atau dengan lahirnya teknologi media maka ada aspek positif serta aspek negatif yang diakibatkan oleh munculnya teknologi itu sendiri. Dampak-dampak positif dan negatif dari kemajuan teknologi dalam kehidupan manusia nampak bahwa kehidupan manusia tidak terlepas dari adanya teknologi.

Dampak Positif dan Negatif dari Teknologi komunikasi dalam kehidupan masyarakat:
1.1.  Bidang Pendidikan
Dampak Positif
Teknologi komunikasi mempunyai peran yang sangat penting dalam bidang pendidikan antara lain:
a) Munculnya media massa, khususnya media elektronik sebagai sumber ilmu dan pusat pendidikan.
b) Munculnya metode-metode pembelajaran yang baru, yang memudahkan siswa dan guru dalam proses pembelajaran. Seperti adanya inovasi e-learning yang semakin memudahkan proses pendidikan.
c) Sistem pembelajaran tidak harus melalui tatap muka. Dengan kemajuan teknologi proses pembelajaran tidak harus mempertemukan siswa dengan guru, tetapi bisa juga menggunakan email, blog dan lain-lain.
Disamping itu juga muncul dampak negatif dalam proses pendidikan antara lain:
a) Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi juga akan semakin mempermudah terjadinya pelanggaran terhadap Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) karena semakin mudahnya mengakses data menyebabkan orang yang bersifat plagiatis akan melakukan kecurangan.
b) Salah satu dampak negatif televisi adalah melatih anak untuk berpikir pendek dan bertahan berkonsentrasi dalam waktu yang singkat (short span of attention).
2.    Bidang Informasi Dan Komunikasi
Dalam bidang informasi dan komunikasi telah terjadi kemajuan yang sangat pesat. Dari kemajuan dapat kita rasakan dampak positifnya antara lain:
a) Kita akan lebih cepat mendapatkan informasi-informasi yang akurat dan terbaru di manapun melalui internet
b) Kita dapat berkomunikasi dengan teman, maupun keluarga yang sangat jauh hanya dengan melalui sms, e-mail, messenger, dll.
Disamping keuntungan-keuntungan yang kita peroleh ternyata kemajuan kemajuan teknologi tersebut dimanfaatkan juga untuk hal-hal yang negatif, antara lain:
a) Timbulnya jenis kejahatan baru. Kejahatan yang timbul antara lain penipuan, pencurian nomor kartu kredit, pornografi, pengiriman email sampah (spam), pengiriman virus, penyadapan saluran telepon, memata-matai aktivitas seseorang (spyware), dan mengacaukan trafik jaringan. Kejahatan-kejahatan ini sulit dideteksi karena dikerjakan dengan fasilitas TIK.

3.    Bidang Sosial dan Budaya
Akibat kemajuan teknologi bisa kita lihat:
a) Hubungan sosial antar masyarakat dapat berlangsung dimana saja dan kapan saja.
b) Sosialisasi kebijakan pemerintah dapat lebih cepat disampaikan kepada masyarakat. Peraturan pemerintah serta kebijakannya dapat keluar pada waktu yang tidak dapat diprediksi. Masa berlakunya pun kadang bersifat tentatif. Masyarakat pun sering dibingungkan oleh masalah ini. Karena keterlambatan info, masyarakat dirugikan oleh hal ini. Oleh karena itu, publikasi kebijakan serta peraturan pemerintah memerlukan media TIK, misalnya televisi, radio dan internet. Dengan begitu, masyarakat dapat dengan mudah dan cepat mengetahui peraturan dan kebijakan pemerintah yang sudah maupun baru keluar.
c) Tumbuhnya sikap percaya diri dan motivasi tinggi. Masyarakat memiliki rasa percaya diri yang tinggi dengan adanya TIK. Hal ini dibuktikan dari fakta-fakta yang ada di dunia maya, misalnya jejaring sosial. Mereka berani tampil secara terbuka, baik kepada orang yang dikenalnya bahkan yang tidak kenal sama sekali. Mereka mengekspos pribadinya dengan memberikan informasi-informasi yang sedang terjadi, baik itu penting atau tidak. Mereka berlomba-lomba untuk mendapatkan dan menyampaikan info terkini.
Meskipun demikian kemajuan teknologi akan berpengaruh negatif pada aspek sosial budaya:
1) Adanya ketidakadilan sosial. Tidak semua orang bisa dan mampu bersentuhan langsung dengan teknologi canggih. Dengan kata lain, hanya segelintir orang yang mampu menggunakan teknologi. Dampaknya, hasil-hasil teknologi juga hanya dapat dinikmati segelintir orang. Lebih lagi orang-orang seperti itu sering kali menggunakan teknologi sebagai alat untuk menguasai kelompok yang tidak memiliki akses terhadap teknologi. Dampaknya, jurang antara orang yang memiliki akses dengan teknologi dan orang yang sama sekali tidak memiliki akses, sangat dalam. Di sini justru terjadi ketidakadilan sosial. Dengan demikian teknologi berperan pula menimbulkan kesenjangan sosial.
2) Mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat. Pada hakikatnya kita adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri, pasti membutuhkan orang lain dalam memenuhi segala kebutuhan hidup. Manusia juga, sudah menjadi nalurinya selalu ingin berbagi apa yang ia lihat dan yang ia ketahui. Dengan kehadiran teknologi komunikasi ini, pastinya akan memudahkan manusia untuk berbagi informasi atau cerita secara cepat, efektif, dan efisien. Namun dengan begitu, terkadang kita juga bisa mengalami kerancuan akan yang nyata, yang maya, yang mana? Sering kita mengabaikan sesuatu yang nyata demi sesuatu yang lebih menarik di dunia maya.
3) Maraknya perilaku menyimpang yang terjadi di kalangan masyarakat pada umumnya di kalangan remaja dan anak-anak. Perilaku menyimpang disebabkan oleh merosotnya moral yang ada di masyarakat. Kurangnya filterisasi akan informasi serta budaya yang diterima dari TIK menjadi faktor pokok timbulnya permasalahan ini. Hal yang seharusnya salah justru dibenarkan dan yang benar justru disalahkan. Perilaku yang melawan norma yang ada di masyarakat pun kian merebak, tak hanya pada kalangan remaja atau pelajar saja yang memang masih labil, tetapi juga pada masyarakat “dewasa”.
4) Meningkatnya angka pengangguran. Masalah yang satu ini sangat menarik perhatian. Kini, teknologi seolah-olah menggantikan manusia dalam segala bidang, termasuk pekerjaan. Kreatifitas manusia pun menjadi tumpul. Mereka menjadi tergantung akan teknologi. Hampir semua pekerjaan dilakukan oleh mesin-mesin otomatis. Sehingga makin banyak pengangguran karena tenaga mereka tergantikan oleh mesin-mesin otomatis tersebut.
Membentuk sebuah komunitas di dalam media, sekarang kita bisa mengenai sebuah komunitas yang berada dalam sebuah media. Komunitas itu, adalah komunitas virtual. Komunitas virtual ini adalah kondisi dimana masyarakat menyatu walaupun secara fisik berpisah (Jones, 1995 ; b,12). Komunitas virtual didefinisikan sebagai hubungan sosial yang ditempa di dunia maya melalui kontak berulang-ulang dalam batas tertentu atau tempat (confrence atau chat line) yang secara simbol digambarkan oleh topik yang menarik (dan Fernback Thompson,1995b). Definisi kerja komunitas virtual mirip dengan formulasi lain dan mencatat bahwa mereka adalah masyarakat yang tidak terikat dengan tempat tertentu atau waktu , tapi yang masih melayani kepentingan umum dalam realitas sosial , budaya dan mental mulai dari umum untuk kepentingan atau kegiatan khusus (Van Dijk :1998).
Pencetus pertama kali istilah Virtual Community adalah Rheingold dalam bukunya yang mengenai The Virtual Community Homesteading on the Electronic Frontier (2000) memberikan pandangan tersendiri mengenai kehidupan di dunia cyber. Telah digambarkan di banyak rentang tahun tentang pengalaman pribadi dalam salah satu komunitas virtual pertama, the WELL (whole earth ‘lectronic link), Rheingold menguraikan dengan panjang lebar susunan aktivitas partisipan yang digunakan saat berada di dalam lingkungan virtual.
Yang menjadi topik dari New Media dan Virtual Community , bahwa manusia harus bersikap kritis agar bisa mengerti dampak positif dan negatif dari penggunaan New Media yang saat ini berkembang pesat menyebarkan berita dalam sekejab di seluruh penjuru dunia.
Pada masyarakat awal, dampak media bukan hanya perilaku atau bagaimana cara masyarakat mendapatkan informasi , tetapi persoalan identitas tertentu sampai bisa menentukan identitas seseorang dari Virtual Community dari dampak media pada saat itu.
Pada dasarnya karakteristik adanya suatu Virtual Community ada dua :
1.)    Karena adanya persamaan bakat, persamaan kepentingan (dalam hal ini identitas pengguna atau member yang tadinya tidak mengenal satu sama lain menjadi kenal atau adanya suatu komunikasi diantara mereka)
2.)    Membentuk Virtual Community karena sudah mengenal antar satu sama lain, setelah membentuk Cirtual Community menjadi semakin mengenali antar satu sama lain.
Identitas Virtual tertentu bisa mengubah karakter seseorang menjadi 180 derajat, karena sesungguhnya identitas Virtual bisa terbentuk  tanpa ada yang memanage atau diatur.   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar