New
Media dan Virtual Community
Sebelum
kita mengetahui lebih jauh tentang New Media dan Virtual Community kita
terlebih dahulu harus mengetahui definisi keduanya, dari New media terdiri dari
dua katayaitu New dan Media. New yang berarti Baru dan Media berarti Perantara. Jadi New Media merupakan Sarana
Perantara yang baru. Baru dalam arti disini dilihat dari segi waktu, manfaat,
produksi, dan distribusinya. New Media juga dapat disebut sebuah istilah yang
dimaksudkan untuk mencakup kemunculan digital, komputer, atau jaringan
teknologi informasi dan komunikasi di akhir abad ke-20. Sebagian besar
teknologi yang digambarkan sebagai “media baru” adalah digital, seringkali
memiliki karakteristik dapat dimanipulasi, bersifat jaringan, padat, mampat,
interaktif dan tidak memihak. Beberapa contoh New Media adalah Internet,
website, komputer multimedia, permainan komputer, CD-ROMS, dan DVD.
karakteristik garis
besar media baru dari McQuail (1994:
20-6) yang menyajikan sebuah rancangan yang berguna dari istilah itu. media
baru, dia menganjurkan melibatkan secara umum desentralisasi dari saluran untuk
mendistribusikan pesan, sebuah peningkatan kapasitas yang ada untuk mentransfer
dari pesan ke satelit, kabel, dan jaringan komputer. Sebuah peningkatan pada
pilihan yang ada untuk audiens agar dapat terlibat dalam proses komunikasi,
sering memerlukan interaktif dari komunikasi; dan merupakan sebuah peningkatan
pada tingkat kefleksibelan dari bentuk dan isi digitisasi sebuah pesan.
Dari
definisi McQuail ciri media saat ini lebih tertuju pada interaktif atau coment
respon masyarakat mengenai berita atau pesan tersebut daripada isi berita yang
disajikan. Di era digitalisasi saat ini berita bisa di transfer dari konten
yang satu ke konten lainnya dengan cepat.
Kemajuan
ilmu pengetahuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam
kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan
ilmu pengetahuan. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif
bagi kehidupan manusia. Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru
dalam melakukan aktifitas manusia. Khusus dalam bidang teknologi masyarakat
sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah
dihasilkan dalam dekade terakhir ini. Namun demikian, walaupun pada awalnya
diciptakan untuk menghasilkan manfaat positif, di sisi lain juga memungkinkan
digunakan untuk hal negatif. Dengan adanya atau dengan lahirnya
teknologi media maka ada aspek positif serta aspek negatif yang diakibatkan
oleh munculnya teknologi itu sendiri. Dampak-dampak positif dan negatif dari kemajuan teknologi dalam
kehidupan manusia nampak bahwa kehidupan manusia tidak terlepas dari adanya
teknologi.
Dampak Positif dan Negatif dari Teknologi komunikasi
dalam kehidupan masyarakat:
1.1. Bidang
Pendidikan
Dampak
Positif
Teknologi komunikasi mempunyai peran yang sangat
penting dalam bidang pendidikan antara lain:
a) Munculnya media massa, khususnya media elektronik
sebagai sumber ilmu dan pusat pendidikan.
b) Munculnya metode-metode pembelajaran yang baru,
yang memudahkan siswa dan guru dalam proses pembelajaran. Seperti adanya
inovasi e-learning yang semakin memudahkan proses pendidikan.
c) Sistem pembelajaran tidak harus melalui tatap muka.
Dengan kemajuan teknologi proses pembelajaran tidak harus mempertemukan siswa
dengan guru, tetapi bisa juga menggunakan email, blog dan lain-lain.
Disamping itu juga muncul
dampak negatif dalam proses pendidikan antara lain:
a) Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi juga akan
semakin mempermudah terjadinya pelanggaran terhadap Hak Atas Kekayaan
Intelektual (HAKI) karena semakin mudahnya mengakses data menyebabkan orang
yang bersifat plagiatis akan melakukan kecurangan.
b) Salah satu dampak negatif televisi adalah melatih anak
untuk berpikir pendek dan bertahan berkonsentrasi dalam waktu yang singkat
(short span of attention).
2. Bidang Informasi Dan Komunikasi
Dalam
bidang informasi dan komunikasi telah terjadi kemajuan yang sangat pesat. Dari
kemajuan dapat kita rasakan dampak positifnya antara lain:
a) Kita akan lebih cepat mendapatkan informasi-informasi
yang akurat dan terbaru di manapun melalui internet
b) Kita dapat berkomunikasi dengan teman, maupun
keluarga yang sangat jauh hanya dengan melalui sms, e-mail, messenger, dll.
Disamping keuntungan-keuntungan yang kita peroleh ternyata kemajuan
kemajuan teknologi tersebut dimanfaatkan juga untuk hal-hal yang negatif, antara
lain:
a) Timbulnya jenis kejahatan baru. Kejahatan yang
timbul antara lain penipuan, pencurian nomor kartu kredit, pornografi,
pengiriman email sampah (spam), pengiriman virus, penyadapan saluran telepon,
memata-matai aktivitas seseorang (spyware), dan mengacaukan trafik jaringan.
Kejahatan-kejahatan ini sulit dideteksi karena dikerjakan dengan fasilitas TIK.
3. Bidang Sosial dan Budaya
Akibat
kemajuan teknologi bisa kita lihat:
a) Hubungan sosial antar masyarakat dapat berlangsung
dimana saja dan kapan saja.
b) Sosialisasi kebijakan pemerintah dapat lebih cepat
disampaikan kepada masyarakat. Peraturan pemerintah serta kebijakannya dapat
keluar pada waktu yang tidak dapat diprediksi. Masa berlakunya pun kadang
bersifat tentatif. Masyarakat pun sering dibingungkan oleh masalah ini. Karena
keterlambatan info, masyarakat dirugikan oleh hal ini. Oleh karena itu,
publikasi kebijakan serta peraturan pemerintah memerlukan media TIK, misalnya
televisi, radio dan internet. Dengan begitu, masyarakat dapat dengan mudah dan
cepat mengetahui peraturan dan kebijakan pemerintah yang sudah maupun baru
keluar.
c) Tumbuhnya sikap percaya diri dan motivasi tinggi. Masyarakat
memiliki rasa percaya diri yang tinggi dengan adanya TIK. Hal ini dibuktikan
dari fakta-fakta yang ada di dunia maya, misalnya jejaring sosial. Mereka
berani tampil secara terbuka, baik kepada orang yang dikenalnya bahkan yang
tidak kenal sama sekali. Mereka mengekspos pribadinya dengan memberikan
informasi-informasi yang sedang terjadi, baik itu penting atau tidak. Mereka
berlomba-lomba untuk mendapatkan dan menyampaikan info terkini.
Meskipun demikian kemajuan
teknologi akan berpengaruh negatif pada aspek sosial budaya:
1) Adanya ketidakadilan sosial. Tidak semua orang bisa
dan mampu bersentuhan langsung dengan teknologi canggih. Dengan kata lain,
hanya segelintir orang yang mampu menggunakan teknologi. Dampaknya, hasil-hasil
teknologi juga hanya dapat dinikmati segelintir orang. Lebih lagi orang-orang
seperti itu sering kali menggunakan teknologi sebagai alat untuk menguasai
kelompok yang tidak memiliki akses terhadap teknologi. Dampaknya, jurang antara
orang yang memiliki akses dengan teknologi dan orang yang sama sekali tidak
memiliki akses, sangat dalam. Di sini justru terjadi ketidakadilan sosial.
Dengan demikian teknologi berperan pula menimbulkan kesenjangan sosial.
2) Mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat. Pada
hakikatnya kita adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri, pasti
membutuhkan orang lain dalam memenuhi segala kebutuhan hidup. Manusia juga,
sudah menjadi nalurinya selalu ingin berbagi apa yang ia lihat dan yang ia
ketahui. Dengan kehadiran teknologi komunikasi ini, pastinya akan memudahkan
manusia untuk berbagi informasi atau cerita secara cepat, efektif, dan efisien.
Namun dengan begitu, terkadang kita juga bisa mengalami kerancuan akan yang
nyata, yang maya, yang mana? Sering kita mengabaikan sesuatu yang nyata demi
sesuatu yang lebih menarik di dunia maya.
3) Maraknya perilaku menyimpang yang terjadi di kalangan masyarakat
pada umumnya di kalangan remaja dan anak-anak. Perilaku menyimpang disebabkan
oleh merosotnya moral yang ada di masyarakat. Kurangnya filterisasi akan
informasi serta budaya yang diterima dari TIK menjadi faktor pokok timbulnya
permasalahan ini. Hal yang seharusnya salah justru dibenarkan dan yang benar
justru disalahkan. Perilaku yang melawan norma yang ada di masyarakat pun kian
merebak, tak hanya pada kalangan remaja atau pelajar saja yang memang masih
labil, tetapi juga pada masyarakat “dewasa”.
4) Meningkatnya angka pengangguran. Masalah yang satu ini
sangat menarik perhatian. Kini, teknologi seolah-olah menggantikan manusia
dalam segala bidang, termasuk pekerjaan. Kreatifitas manusia pun menjadi
tumpul. Mereka menjadi tergantung akan teknologi. Hampir semua pekerjaan
dilakukan oleh mesin-mesin otomatis. Sehingga makin banyak pengangguran karena
tenaga mereka tergantikan oleh mesin-mesin otomatis tersebut.
Membentuk sebuah komunitas di dalam
media, sekarang kita bisa mengenai sebuah komunitas yang berada dalam sebuah
media. Komunitas itu, adalah komunitas virtual. Komunitas virtual ini adalah kondisi
dimana masyarakat menyatu walaupun secara fisik berpisah (Jones, 1995 ; b,12).
Komunitas
virtual didefinisikan sebagai hubungan sosial yang ditempa di dunia maya
melalui kontak berulang-ulang dalam batas tertentu atau tempat (confrence atau
chat line) yang secara simbol digambarkan oleh topik yang menarik (dan Fernback
Thompson,1995b). Definisi kerja komunitas virtual mirip
dengan formulasi lain dan mencatat bahwa mereka adalah masyarakat yang tidak
terikat dengan tempat tertentu atau waktu , tapi yang masih melayani
kepentingan umum dalam realitas sosial , budaya dan mental mulai dari umum
untuk kepentingan atau kegiatan khusus (Van Dijk :1998).
Pencetus
pertama kali istilah Virtual Community adalah Rheingold dalam
bukunya yang mengenai The Virtual
Community Homesteading on the Electronic Frontier (2000) memberikan
pandangan tersendiri mengenai kehidupan di dunia cyber. Telah digambarkan di banyak rentang tahun tentang pengalaman
pribadi dalam salah satu komunitas virtual pertama, the WELL (whole earth ‘lectronic link), Rheingold
menguraikan dengan panjang lebar susunan aktivitas partisipan yang digunakan
saat berada di dalam lingkungan virtual.
Yang menjadi topik dari New Media dan
Virtual Community , bahwa manusia harus bersikap kritis agar bisa mengerti
dampak positif dan negatif dari penggunaan New Media yang saat ini berkembang
pesat menyebarkan berita dalam sekejab di seluruh penjuru dunia.
Pada masyarakat awal, dampak media bukan
hanya perilaku atau bagaimana cara masyarakat mendapatkan informasi , tetapi
persoalan identitas tertentu sampai bisa menentukan identitas seseorang dari
Virtual Community dari dampak media pada saat itu.
Pada dasarnya karakteristik adanya suatu
Virtual Community ada dua :
1.) Karena
adanya persamaan bakat, persamaan kepentingan (dalam hal ini identitas pengguna
atau member yang tadinya tidak mengenal satu sama lain menjadi kenal atau
adanya suatu komunikasi diantara mereka)
2.) Membentuk
Virtual Community karena sudah mengenal antar satu sama lain, setelah membentuk
Cirtual Community menjadi semakin mengenali antar satu sama lain.
Identitas
Virtual tertentu bisa mengubah karakter seseorang menjadi 180 derajat, karena
sesungguhnya identitas Virtual bisa terbentuk
tanpa ada yang memanage atau diatur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar